Tempatnya Ilmu Internet

Advergame: Ketika Game Merambah ke Ranah Pemasaran Digital

Dalam dunia teknologi, kita selalu di tuntut terbiasa akan perubahan. Sekarang ini yang trendnya semakin naik ialah game, game tidak hanya di gemari oleh anak-anak saja, akan tetapi hampir semua kalangan suka bermain game. Baik itu game untuk edukasi, maupun hanya sekedar untuk bersenang-senang. Dengan pengguna yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, membuat peluang bisnis terbuka lebar, termasuk advergame.

Berbicara mengenai Advergame, apa sih sebenarnya Advergame itu sendiri? secara umum berasal dari kata advertising dan game, dari 2 kata tersebut maka dengan mudah bisa di definisikan suatu iklan dari brand yang dikemas dalam bentuk game.

Dari pengertian diatas, sekarang temen-temen sudah ada bayangan kan, apa itu advergame. Dan untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan game biasanya advergame ini tersedia secara online, meskipun tidak sedikit pula yang berbentuk aplikasi yang bisa di install di perangkat mobile temen-temen ya. Tujuan menciptakan advergame ialah supaya para konsumen mendapatkan pengalaman yang berbeda dalam melihat suatu iklan, dan bisa menjadi lebih aware terhadap suatu produk yang ada dalam advergame.

Berbeda dengan model iklan yang umum bisa temui di internet, seperti misalnya iklan model ; iklan banner, iklan pup-up, iklan video, iklan redirect. Berdasarkan berbagai survey, jenis iklan seperti itu tidak terlalu efektif dan sebagian besar pengguna merasa terganggu akan adanya iklan model tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan model iklan advergame yang lebih memberi warna tersendiri bagi pengguna game.

Cara Kerja Advergame

Advergame memiliki dua format yaitu advergame itu sendiri dan format In Game Advertising. Advergame memiliki pesan komersial yang tertanam dalam konten video game ataupun permainan elektronik secara online atau aplikasi. Hal di atas dilakukan tentu bukan tanpa sebab, menurut Ryan, Rigby, dan Przybylski, game online merupakan bentuk rekreasi yang paling cepat pertumbuhanya,

sehingga membuka peluang bagi para pemasar untuk memasarkan iklan mereka di tengah maraknya game online tersebut (Yu-Tsu Chiang and Sunny, 2010:627).

Sebagai media promosi, cara kerja advergame di sini berbeda dengan iklan TV, di mana pada media advergame membujuk pada tingkat emosional bawah sadar. Hal ini terlihat jelas, sebab promosi melalui media TV sebagaian besar menampilkan pesan pesan yang ingin disampaikan secara langsung dan terang-terangan agar audien mengerti maksud dan tujuan dari produk atau brand tersebut beriklan, berbeda dengan advergame.

Pesan iklan melalui media promosi advergame tidak bisa dipisahkan dari eksistensi advergame itu sendiri. Hal ini lah yang mendasari penelitian ini mengenai pemahaman pesan yang ingin disampaikan sebuah produk di dalam media advergame tersebut sehingga disini kita bisa mengetahui efektivitas dan efisiensi penggunaan advergame dalam memasarkan produk suatu brand.

Statistik Keberhasilan Advergame

Berdasarkan data dari e-marketer yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyebutkan bahwa pada tahun 2014 pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 83,7 juta pengguna. Jumlah ini terus bertambah hingga melewati Milestone 100 juta di tahun 2016. Diperkirakan tahun 2017 terdapat 112,6 juta pengguna internet di tanah air (Kominfo, 2014).

Data statistik APJII (Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia) menyatakan bahwa, jumlah dan penetrasi pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 34,9% dan diperkirakan penggunaan internet di Indonesia akan terus meningkat pada setiap tahunnya (APJII, 2015). Pesatnya perkembangan internet tentunya turut meningkatkan peluang bisnis game online di Indonesia.

Sebuah perusahaan menggunakan iklan sebagai strategi promosinya untuk mengenalkan produk tersebut kepada konsumennya. Menumbuhkan brand awareness dan menempatkan produk sebagai top of mind (yang muncul pertama dipikiran konsumen) itu membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang tidak gampang. Brand awareness menurut Aaker yang dikutip dalam Rangkuti adalah “kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merk merupakan bagian dari kategori produk tertentu”
(Rangkuti, 2002:39).

Contoh Kampanye Advergame yang Berhasil

Untuk pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja advergame, kami mengumpulkan beberapa contoh. temen-temen akan melihat jika diterapkan dengan cara yang benar, advergame sangat efisien.

Aplikasi Lego

Lego adalah salah satu merek yang sangat terkenal, mereka memiliki hak properti untuk beberapa waralaba ikonik dan hanya menciptakan berbagai bentuk barang dagangan dan media di sekitar lini mainan ikonik.

Salah satu contoh terkuat advergame dapat ditemukan di banyak bentuk game bermerek Lego, yang dapat ditemukan di toko aplikasi perangkat iOS. Keduanya gratis dan menghibur, ditambah dengan penambahan teknologi AR, game – game Lego menjadi semakin menarik.

Semua ini bisa dikatakan, Lego telah menemukan cara untuk menggabungkan teknologi aplikasi mereka dengan produk mereka yang sebenarnya. Membuat drive agar pengguna dapat berinteraksi dengan media dan memposting tentang materi iklan mereka.

Crazy Taxi

Salah satu advergame yang paling sederhana dalam daftar ini adalah “Crazy Taxi.” Gameplay yang berenergi tinggi dan bergerak cepat membuat Anda menjelajahi kota mencoba untuk menjemput dan menurunkan pelanggan dari Taksi Anda, sementara itu kota ini dipenuhi dengan branding dari merek kehidupan nyata seperti KFC, Levi’s dan Pizza Hut, dan brand brand lain.

Bentuk pemasaran model ini terkesan lebih halus. Jumlah perpaduan merek ini pada akhirnya menguntungkan permainan karena hanya membantu memperkuat perasaan permainan lebih membumi dalam pengaturan yang realistis pada game.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, bisa disimpulkan jika Advergame merupakan salah satu tools yang sangat powerful ketika digunakan dengan benar dan sesuai dengan target pemasaran suatu produk, yang mudah diterima pengguna. Seiring berjalannya waktu konsep promosi melalui media game, semakin berkembang dan dapat dilakukan dalam beberapa cara, tergantung bagaimana tujuan yang ingin dicapai oleh brand tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.