Pengertian Bank, Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Di jaman yang modern ini kehadiran bank sudah tidak asing lagi dimasyarakat Indonesia, namun tidak semua orang tahu pengertian dari bank itu sendiri serta perbedaan dasar yang mendasari perbedaan bank syariah dan konvensional. Semenjak kemunculannya dilihat dari sisi keagamaan dan manfaat bank ada banyak pihak  yang menanyakan mengenai keabsahan bank itu sendiri, namun seiring dengan perkembangan waktu dan zaman kehadiran bank mulai diterima di semua element masyarakat baik itu bank konvensional (umum) ataupun bank berbasis syariah.

Pengertian Bank

Perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

perbedaan bank syariah dan konvensional

Bank konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Bank syariah berbeda dengan bank konvensional dalam hal akd dan aspek legalitas, struktur organisasi, lembaga penyelesaian sengketa, usaha yang dibiayai, dan lingkungan kerja serta corporate culture/budaya.

Bank Syariah

1. Melakukan investasi-investasi yang halal saja (sesuai syariat agama)
2. Berorientasi pada keuntungan (profit oriented) dan kemakmuran dan kebahagian dunia akhirat
3. Berdasarkan prinsip bagi hasil yang telh disepakati kedua belah pihak, dimana ;

  • Besarnya disepakati pada waktu akad dengan berpedoman kepada kemungkinan untung rugi.
  • Besar rasio didasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh
  • Rasio tidak berubah selama akad masih berlaku
  • Kerugian ditanggung bersama
  • Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan keuntungan
  • Eksistensi tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil.

4. Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan.

5. Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesuai dengan fatwa Dewan Pengawas Syariah

Bank Konvensional

1. Investasi ke semua bidang usaha sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan

2. Profit oriented (berorientasi pada keuntungan)

3. Memakai prosedur bunga pinjaman, sesuai kesepakatan yang diantaranya :

  • Besarnya disepakati pada waktu akad dengan asumsi akan selalu untung
  • Besarny presentase didasarkan pada jumlah modal yang dipinjamkan
  • Bunga dapat mengambang dan besarnya naik turun
  • Pembayaran bunga besarnya tetap tanpa pertimbangan untung rugi
  • Jumlah bunga tidak meningkat sekalipun keuntungan meningkat
  • Eksistensi bunga diragukan

4. Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kreditur-debitur.

5. Tidak terdapat dewan sejenis Dewan Pengawas Syariah

Selain itu ada beberapa perbedaan dasar seperti ; Dalam bank syariah, bisnis dan usaha yang dibiayai tidak terlepas dari saringan syariah agama, yakni usaha yang di dalamm menajalankan usahanya sesuai dengan syariah agama dan perbedaan lainnya secara organisasi, bank syariah dan bank konvensional secara umum itu sama. Perbedaannya hanya satu, bank syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah, sedangkan bank konvensional tidak.

Pustaka :

Rachdian, Perbedaan Antara Banak Syariah Dan Bank Konvensional, 2011
Amuaz, Perbedaan Karakteristik Bank Syariah dan Bank Konvensional, 2008

One Response

Leave a Reply