Memahami Pengertian dan Tahapan Proses Siklus Akuntansi

Memahami pengertian akuntansi dan tahapan proses siklus akuntansi dalam menjalankan usaha. Saat ini mengandalkan penghasilan sebagai karyawan konon sudah tidak cukup lagi untuk membiayai kebutuhan hidup. Mengatasi hal tersebut banyak orang yang memilih bisnis / usaha sampingan untuk menambah penghasilan. Akan tetapi masih ada saja yang rugi dalam menjalankan kegiatan ini. Hal tersebut disebabkan karena proses pencatatan keluar masuknya uang tidak/belum benar. Dalam hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan menggunakan laporan keuangan melalui siklus akuntansi.

Apa sih sebenarnya siklus akuntansi itu?

Proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima secara umum disebut siklus akuntansi. Siklus ini harus sesuai dengan prinsip-prinsip, teknik-teknik, metode-metode dan  prosedur-prosedur yang sesuai dengan ruang lingkup akuntansi. Memang bisa dikatakan pada sistem ini harus melalui proses yang cukup panjang dan merepotkan. Banyak tahap-tahap yang harus dilalui dan dipenuhi untuk menghasilkan laporan yang baik. Semua itu dicatat dalam periode tertentu tidak ada yang boleh terlewatkan sedikitpun. Diperlukan ketelitian yang kuat untuk melakukan hal ini. Akan tetapi jika laporan bisa disajikan dengan baik maka sebuah laporan keuangan akan menjadi sebuah pertanggungjawaban yang diterima berbagai kalangan.

Tahapan Proses Siklus Akuntansi

Pada umumya siklus akuntansi akan dimulai dari transaksi hingga berakhir sampai jurnal penutup. Untuk lebih lengkapnya simak tulisan lanjutan di bawah ini:

  1. Pencatatan/Transaksi

Hal utama dalam siklus akuntansi adalah pencatatan bukti transaksi. Seluruh transaksi baik besar maupun kecil harus dicatat secara cermat.  Nantinya catatan itu akan menjadi sebuah jalan menuju perhitungan-perhitungan berikutnya. Tidak boleh ketinggalan waktu dan periode transaksi juga harus ada. Hal ini dilakukan untuk membuktikan transaksi apa saja yang telah dilakukan sebuah perusahaan / organisasi. Pencatatan tersebut bisa disertakan dan diambil dari dokumen pendukung seperti faktur, penerimaan kas, kwitansi dan lain sebagainya.

Contoh surat perjanjian utang piutang

  1. Membuat Ikhtisar Laporan Keuangan

Transaksi-transaksi yang sudah dicatat pada langkah pertama dipindahkan menjadi sebuah jurnal. Jurnal pada hal ini adalah sebuah kegiatan meringkas dan mencatat transaksi ke dalam dokumen besar. Dokumen tersebut akan dicatat di dalam sebuah tempat bernama buku besar. Maksud buku besar adalah kumpulan dari segala catatan yang berhubungan,  bukan pengertian buku dengan ukuran besar dalam arti sebenarnya.

pengertian dan tahapan proses siklus akuntansi

  1. Membuat Laporan Keuangan

Ini adalah hal paling penting dalam siklus ini. Di sini kita harus menyusun neraca saldo untuk memastikan bahwa antara debit dan kredit memiliki keseimbangan. Dalam langkah ini bisa dibuktikan bahwa tidak ada ketimpangan antara debit dan kredit. Apabila ada perbedaan maka bisa disinyalir ada kesalahan tertentu.

  • Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan pintu gerbang untuk mempermudah langkah lanjutan. Caranya cukup mudah tinggal mengisi lembar neraca yang sesuai berdasarkan bagian-bagian yang terdapat dalam neraca yang diambil dari neraca lajur.

  • Laporan Laba Rugi

Dalam tahapan ini pendapatan dan pengeluaran yang diperlukan akan dibandingkan untuk melihat keuntungan maupun kerugiannya. Caranya hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran berdasarkan data yang diperoleh dari neraca lajur.

Cara menghitung pajak jual beli rumah dan tanah

  • Laporan Perubahan Modal

Setelah melalui tahap pelaporan laba rugi kita bisa melihat berapa banyak income sebuah perusahaan. Bisa jadi keuangannya bertambah maupun berkurang. Hal ini tentu mempengaruhi perubahan modal. Selain itu perubahan modal bisa juga terjadi karena penambahan maupun pengurangan dari pemilik modal. Selanjutnya baru ditambah atau dikurangi dengan laba maupun rugi perusahaan yang dimaksud. Pada akhirnya akan diketahui jumlah modal perusahaan untuk ke depannya.

  • Laporan Arus Kas

Dalam  laporan ini akan disajikan aliran dana kas masuk dan keluar perusahaan pada aktivitas investasi, operasional, dan pendanaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

  • Catatan Laporan Keuangan

Ini adalah laporan tambahan mengenai informasi lebih rinci dalam siklus akuntansi. Pada langkah ini bertujuan untuk menilai sebuah laporan keuangan perusahaan. Di sini akan ada motede apa yang digunakan dalam pencatatan akuntansi.

  1. Membuat Jurnal Penutup

Sesuai dengan namanya, langkah ini merupakan penutup sebuah siklus akuntansi. Semua pencatatan akhir yang telah dilakukan ditutup dalam pembukuan buku besar baik laba rugi, perubahan modal dll. Hal ini harus dilakukan agar menghindari terjadinya penghitungan ulang pada siklus akuntansi di periode berikutnya.

Cara mudah mengurus kartu NPWP yang hilang

Itu tadi sekilas mengenai pengertian dan tahapan proses siklus akuntansi. Sebenarnya siklus akuntansi tidak hanya berguna untuk bisnis baik kecil maupun besar namun juga berguna untuk pencatatan keuangan sebuah organisasi dan komunitas. Oleh sebab itu, mari mulai sejak awal merintis bisnis kita lakukan pencatatan laporan keuangan dengan baik. Semoga artikel mengenai pengertian dan tahapan proses siklus akuntansi di atas dapat berguna.

Leave a Reply